BAB ditentukan dari keseluruhan total penjualan yang diperoleh

BAB
III

METODE PENELITIAN

 

A.  Jenis
Penelitian

Jenis penelitian dilihat dari tingkat
eksplanasi (Wiratna, 2014: 11), yaitu:

1.    Penelitian
Deskriptif

Penelitian deskriptif
adalah penelitian yang
dilakukan untuk mengetahui nilai masing-masing variabel, baik satu variabel
atau lebih sifatnya independen tanpa membuat hubungan maupun perbandingan
dengan variabel lain.

2.    Penelitian
Komparatif

Penelitian yang bersifat membandingkan variabel yang satu dengan
variabel yang lain atau variabel satu dengan standar.

3.    Penelitian
Asosiatif atau Hubungan

Penelitian asosiatif
adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau
lebih serta mengetahui
pengaruhnya.

Jenis penelitian yang
akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif, karena untuk
mengetahui hubungan variabel terikat yaitu nilai perusahaan dengan variabel bebas
yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas,
dan financial
leverage dan variabel
moderasi yaitu income smoothing pada perusahaan manufaktur sub sektor farmasi
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016.

B.  Unit Analisis

Penelitian ini akan dilakukan pada
perusahaan manufaktur sub sektor Farmasi
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016.

.

C.  Operasionalisasi Variabel

Operasional variabel dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:

Tabel III.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel

Definisi

Indikator

Skala Pengukuran

Ukuran
Perusahaan (X1)

Ukuran perusahaan
ditentukan dari keseluruhan total penjualan yang diperoleh perusahaan

Total penjualan bersih

Rasio

Profitabilitas
(X2)

Kemampuan
perusahaan menghasilkan profit yang diukur menggunakan rasio antara total
laba bersih dengan penjualan bersih

a.   
Total laba bersih
b.   
Total penjualan bersih
 

Rasio

Financial
Leverage (X3)

Rasio
yang diperoleh melalui total utang dibagi dengan total modal

a.   Total
utang
b.    Total modal
 

Rasio

Income Smoothing (X4)

Proses
pemanipulasian pendapatan untuk membuat laporan laba menjadi berfluktuasi

Laba
bersih(I), Penjualan (S) diperoleh dari laporan L/R tahun 2012-2016

Rasio

Nilai
Perusahaan (Y)

persepsi
investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan
dengan harga saham

a.       
Harga
per saham
b.      
Laba per
saham

Rasio

Sumber : Penulis, 2017

 

D.  Populasi
dan Sampel

1.   
Populasi

Populasi
adalah keseluruhan jumlah yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai
karakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
diteliti dan kemudian ditarik kesimpulan (Wiratna, 2014: 65).

Populasi
yang akan diteliti adalah perusahaan manufaktur sub Farmasitahun 2012-2016 di Bursa Efek Indonesia yang
terdiri atas 10
perusahaan.

2.   
Sampel

Sampel adalah bagian dari sejumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi yang
digunakan untuk penelitian (Wiratna, 2014: 65).Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah
teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Dari 10 perusahaan maka
yang diambil sampel 8 perusahaan dan ditentukan berdasarkan
kriteria-kriteriaperusahaan untuk dijadikan sampel. Kriteria-kriteria  tersebut sebagai berikut:

a.    Perusahaan jasa sub sektorfarmasi yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia sampai
dengan tahun 2012-2016.

b.    Perusahaan yang
menyediakan informasi laporan keuangan yang lengkap pada periode tahun 2012-2016.

c.    Perusahaan yang selalu mendapatkan keuntungan
pada periode tahun 2012-2016.

 

Tabel III.2

Seleksi Sampel

Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi
di BEI

Keterangan

Jumlah

Perusahaan
manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di BEI

10

Perusahaan
yang mengalami kerugian dalam kurun waktu 2010-2016

(2)

Jumlah
sampel

8

Sumber: Bursa Efek
Indonesia, 2017

 

Sesuai
kriteria-kriteria pengamnilan sampel di atas, maka perusahaan manufaktur sub
sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menjadi sampel perusahaan
ini adalah 8 perusahaan yang tercantum pada tabel berikut ini:

Tabel III.3

Sampel Penelitian

Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi
di BEI

No

Kode

Nama Perusahaan

1

DVLA

Darya
Varia Laboratoria Tbk

2

KAEF

Kimia
Farma (Persero) Tbk

3

KLBF

Kalbe
Farma Tbk

4

MERK

Merck
Indonesia Tbk

5

PYFA

Pyridam
Farma Tbk

6

SIDO

Industri
Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk

7

SQBB

Taisho
Pharmaceutical Indonesia Tbk

8

TSPC

Tempo
Scan Pasific Tbk

Sumber
: Bursa Efek Indonesia, 2017

 

E.  Data
yang Diperlukan

Bila dilihat dari sumber datanya, maka data
dapat dibedakan menjadi dua (Wiratna,
2014: 73-74), yaitu:

1.    Data
primer

Data primer adalah data
yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara
sumber. Sumber data yang langsung memberikan data kepada
pengumpul data.

2.    Data
sekunder

Data
sekunder adalah data yang didapat dari catatan, buku, dan majalah berupa
laporan keuangan
publikasi perusahaan, laporan pemerintah, artikel, buku-buku
sebagai teori, majalah,
dan lain sebagainya.Sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpulan
data.

          Data
yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder
yaitu berupa data laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik dari
tahun 2012-2016 pada perusahaan manufaktur sub
sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan sumber internet dari http://www.idx.co.id.

 

F.  
Metode Pengumpulan Data

Data penelitian dapat diperoleh dengan beberapa metode (Danang, 2016: 22-23), yaitu:

1.   
Metode
Wawancara

Metode wawancara adalah
metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara bebas
baik terstruktur maupun tidak terstruktur dengan tujuan untuk memperoleh
informasi secara luas mengenai objek penelitian.

 

 

 

2.    Metode Observasi

Metode
observasi adalah suatu metode yang digunakan oleh peneliti dengan cara
pengamatan langsung terhadap kegiatan yang dilaksanakan perusahaan.

3.    Metode Kuesioner

Metode kuesioner adalah
metode pengumpulan data dengan cara menggunakan daftar pertanyaan yang diajukan
kepada responden untuk dijawab dengan memberikan angket.

4.  
Metode
Survei

Metode
survei adalah metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung
berhubungan dengan objek penelitian.

Metode survei terbagi menjadi:

a.      
Survei
individu

b.     
Survei
intersep (memotong aktivitas)

c.      
Survei
melalui telepon

d.     
Survei
melalui surat

e.      
Survei
melalui jaringan internet

5.  
Metode
Eksperimen

Sudman dan Blair (1998), metode eksperimen merupakan penelitian yang
berusaha memanipulasi satu atau lebih variabel kausal, kemudian mengukur efek
manipulasi tersebut terhadap satu atau lebih variabel dependen.

 

6.  
Studi
Dokumen

Studi dokumen merupakan metode pengumpulan data kualitatif sejumlah
besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian
besar data berbentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat,
cendramata, jurnal kegiatan dan sebagainya.

Metode
pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi,
berupa pengumpulan data dari studi pustaka dan laporan keuangan yang telah
diaudit oleh akuntan publik dari tahun 2012-2016
pada perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.

 

G. Analisis Data dan Teknik Analisis

1.   
Analisis
Data

Analisis data
dalam penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua (Misbahuddin dan Iqbal, 2013:
33), yaitu:

a.        
Analisis Data Kuantitatif

Analisis data
kuantitatif adalah analisis yang menggunakan alat analisis bersifat
kuantitatif, yaitu alat analisis yang menggunakan model-model seperti model
matematika (misalnya fungsi multivariate), model statistic, dan ekonometrik).
Hasil analisis disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian dijelaskan dan
diinterprestasikan dalam suatu uraian.

 

 

b.       
Analisis
kuantitatif

Analisis data kuantitatif adalah analisis yang tidak menggunakan model matematika,
model statistik, dan ekonometrik atau model-model tertentu lainnya. Analisis
data yang dilakukan terbatas pada teknik pengolahan datanya, seperti pada
pengecekan data dan tabulasi. Dalam hal ini sekedar membaca tabel-tabel,
grafik-grafik, atau angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dan
penafsiran.

Dalam penelitian ini
analisis yang akan digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif, karena
analisis yang dilakukan menggunakan program SPSS sebagai alat untuk menguji
data yang ada berupa laporan keuangan dan kemudian hasil pengujian tersebut
akan dijelaskan dengan menggunakan kalimat-kalimat. Dengan kata lain, analisis
kuantitatif terlebih dahulu digunakan kemudian dilanjutkan dengan analisis
kualitatif.

2.    Teknik
Analisis

Teknik analisis data yang akan digunakan untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan pada perusahaan
manufaktur adalah dengan analisis regresi linier berganda untuk meyakinkan
bahwa variabel bebas ukuran perusahaan, profitabilitas, dan financial
leveragedengan income smoothing sebagai variabel
moderasi mempunyai pengaruh variabel terikat terhadap nilai perusahaan, selanjutnya dilakukan
uji hipotesis secara simultan (uji F) dan uji hipotesis secara parsial (uji t)
untuk mengetahui signifikansi dari ukuran perusahaan, profitabilitas, dan financial
leveragedengan income smoothing sebagai variabel
moderasi terhadap variabel terikat nilai perusahaan serta membuat
kesimpulan dan yang terakhir adalah menghitung koefisien determinasi untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel bebas dan variabel moderasi terhadap
variabel terikat. Teknik analisis data dalam penelitian ini akan dibantu oleh statistical
program for special science (SPSS) versi 23. Sebelum melakukan analisis,
sesuai dengan syarat metode OLS (orynary least square) merupakan salah
satu metode dalam analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh
variabel bebas adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan financial
leveragedengan income smoothing sebagai variabel
moderasi terhadap variabel terikat adalah nilai perusahaab maka terlebih dahulu
dilakukan uji sebagai berikut:

a.        
Statistik
Deskriptif

Statistik
deskriptif berhubungan dengan pengumpulan dan ringkasan serta penyajian data
tersebut (Romie, 2017: 52). Data statistik yang diperoleh biasanya merupakan
data mentah dan tidak terorganisir. Data tersebut harus diringkas baik dalam
bentuk presentasi atau tabel untuk dasar pengambilan keputusan (statistic
inferensi).
Statistik deskriptif adalah pengolahan data untuk tujuan mendeskripsikan atau
memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi
(V. Wiratna, 2015: 29). Data yang diolah dalam statistik deskriptif hanya satu
variabel saja. Pada statistik deskriptif dapat menghasilkan tabel, grafik, dan
diagram.

 

b.       
Uji
Asumsi Klasik

Uji
asumsi klasik terdiri dari (Romie, 2017: 116):

1)           
Uji Normalitas Data

Uji
normalitas digunakan untuk menguji apakah nilai residu yang dihasilkan dari
regresi terdistribusi secara normal atau tidak (Romie, 2017: 117-122). Model regresi yang
baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Beberapa
metode uji normalisasi yaitu dengan melihat penyebaran data pada sumber
diagonal pada grafik normalP-P plot of
Regression. Uji
normalisasi residual dengan metode grafik yaitu melihat penyebaran data pada
sumber diagonal pada grafik normalP-P
plot of regression standardized residual. Dasar pengambilan keputusan untuk
pengujian normalitas dengan grafik normalP-P
plot of regression standardized residual yaitu:

a)    Bila
titik–titik menyebar di sekitar garis dan mengikuti garis diagonal maka nilai
residu tersebut normal.

b)   Bila
titik–titik menyebar jauh dari garis dan tidak mengikuti garis diagonal maka
nilai residu tersebut tidak normal.

2)       
Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas
adalah ditemukan adanya korelasi yang sempurna atau mendekati sempurna
antarvariabel independen pada model regresi (Romie, 2017: 122-123). Model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Dilihat nilai tolerance dan inflation factor (VIF). Diketahui nilai tolerance > 0,1 dari nilai VIF < 10 maka disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas pada model regresi. 3)        Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah keadaan yang mana dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residu pada satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Romie, 2017: 125-128). Model regresi yang baik adalah tak terjadi heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas yaitu dilakukan dengan cara melihat grafik scatterplot antara standardized predicted value dengan standardized residual, ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplotantara standardized predicted value dengan standardized residual yang mana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y asli). Pengambilan keputusan yaitu: a)    Bila terdapat pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk suatu pola tertentu yang teratur maka terjadi heteroskedastisitas. b)   Bila tak ada pola yang jelas seperti titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tak terjadi heteroskedastisitas.     4)        Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah terdapat korelasi antara residual pada periode t dengan residual pada periode sebelumnya (t-1) (Romie, 2017: 131). Model regresi yang baik adalah yang tidak terdapat autokorelasi. Metode pengujian dilakukan dengan uji Durbin-Watson. Dasar pengambilan keputusan yaitu: a)         DU < DW < 4-DU maka diterima yang berarti tak terjadi autokorelasi. b)        DW < DL atau DW > 4-DL maka
ditolak yang berarti terjadi autokorelasi.

c)        
DL < DW < DU atau 4-DU < DW < 4-DL berarti tak ada kesimpulan yang pasti. c.         Uji Hipotesis 1)   Analisis Regresi Linier Berganda Y = ? + ?1 X1 + ?2 X2 + ?3 X3   Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui bagaimana variabel dependen dapat diprediksikan melalui variabel independen seara bersama-sama. Dampak dari penggunaan analisis linier berganda dapat digunakan untuk memutuskan apakah naik atau menurunnya variabel dependen dapat dilakukan melalui menaikan atau menurunkan keadaan variabel independen atau untuk meningkatkan variabel dependen dapat dilakukan dengan meningkatkan variabel independen dan sebaliknya.   2)   Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R2) sering pula disebut dengan koefisien determinasi majemuk (multiple coefficient of determination) yang hamper sama dengan koefisien r2. R juga hampir serupa dengan r, tetapi keduanya berbeda dalam fungsi (keuali regresi linier sederhana). R2 menjelaskan proporsi variasi dalam variabel terkait (Y) yang dijelaskan oleh variabel bebas (lebih dari satu variabel X= 1, 2, 3,4 ..., k) secara bersama-sama. Persamaan regresi linier berganda semakin baik apabila nilai koefisien determinasi (R2) semakin besar (mendekati 1) dan enderung meningkat nilainya sejalan dengan peningkatan jumlah variabel bebas. 3)      Uji hipotesis secara bersama (uji F) Pengujian hipotesis secara merupakan pengujian hipotesis koefisien regresi berganda dengan B1 dan B2 secara bersama-sama mempengaruhi Y. a)    Merumuskan Hipotesis Hipotesis dirumuskan sebagai berikut: H01: Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Financial Leveragetidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan secara bersama. Ha1: Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Financial Leverage berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan secara bersama. b)   Menentukan Tarif Nyata Tingkat signifikan sebesar 5%, Taraf nyata dari t tabel ditentukan dari derajat bebas (db) = n-k-1, Taraf nyata (a)berarti nilai F tabel, Taraf nyata dari F tabel ditentukan dengan derajat bebas (db) = n-k-1. c)    H0 ditolak apabila F hitung > F tabel Ha diterima apabila F dihitung
< F tabel. d)   Kesimpulan Menarik kesimpulan H0 ditolak apabila F hitung > F tabel atau Ha diterima F hitung < F tabel. 4)   Uji hipotesis secara parsial/individual (uji t) Pengujian hipotesis secara individual merupakan pengujian hipotesis koefisien regresi berganda dengan hanya satu b (b1 atau b2 atau b3 atau b4) yang mempengaruhi Y. Langkah-langkah dalam uji hipotesis secara individual yaitu: a)    Merumuskan hipotesis Hipotesis dirumuskan sebagai berikut: (1)      Hipotesis 2.a Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadapNilai Perusahaan. H02a: Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.          . Ha2a: Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. (2)      Hipotesis 2.bPengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan H02b: Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Ha2b:Profitabilitas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan (3)      Hipotesis 2.c pengaruh Financial Leverage terhadap Nilai Perusahaan H02c:    Finacial Leverage tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Ha2c:    Finacial Leverage berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. a)   Menentukan Tarif Nyata Tingkat signifikaan sebesar 5% , Tarif nyata dari t tabel ditentukan dari derajat bebas (db) = n-k-1, Taraf nyata (a) berarti t tabel, Tarif nyata dari t tabel ditentukan dengan derajat bebas (db) = n-k-1 b)   H0 ditolak aoabila t dihitung > t tabel, Haditerima apabila t hitung < t tabel. Berdasarkan probalitas: H0ditolak jika P value < 5% diterima jika P value > 5%

 

 

c)   Kesimpulan

Menarik kesimpulan H0ditolak
apabila t hitung > t tabel atau H0diterima apabila t hitung < t tabel. 5)   MRA (moderated regresion analysis) Variabel moderating adalah variabel independen yang akan memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.Dadar pengambilan keputusan yaitu dengan ara melihat beta yang dihasilkan dari nilai signifikan X4 terhadap Y pada anlisis pertama dan nilai signifikasi interaksi X4*X1 (M1) terhadap Y. Untuk menguji keberadaan X4 apakah benar sebagai pure moderated, quasi moderated, atau buan moderating sama sekali Uji Analisis Regresi Berganda Persamaan I    =          Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 Uji Moderated Regression Analysis (MRA) Persamaan II  =          Y= a + b1X1 + b1X4 + b1X1X4 Persamaan III =          Y= a + b2X2 + b2X4 + b2X2X4 Persamaan IV =          Y= a+ b3X3+ b3X4+ b3X3X4 Keterangan: Y                    = Nilai Perusahaan X1                   = Ukuran Perusahaan X2                   = Profitabilitas X3                   = Financial Leverage X4                   = Income Smoothing X1X4               = Interaksi antara Ukuran Perusahaan dan                                         Income Smoothing X2X4              = Interaksi antara Profitabilitas dan Income   Smoothing X3X4              =Interaksi antara Financial Leverage dan Income     Smoothing a                     = Nilai Konstanta b1,b2,b3,b4         = Koefisien regresi variabel X 6)   Uji Hipotesis Secara Moderasi Variabel moderating adalah variabel independen yang akan memperkuatkan atau memperlemahkan hubungan antara variabel dependen terhadap variabel independen (V. Wiratna, 2015: 212). Pengujian hipotesis secara moderasi menggunakan aplikasi khusus regresi berganda linear yaitu MRA (moderated regression analysis) dimana persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen). MRA ini dilakukan melalui uji signifikasi parameter individual (uji statistik t) yang dimoderasi dengan langkah dalam uji hipotesis yaitu: MRA uji signifikansi parameter parsial (uji statistik t) a)   Merumuskan hipotesis MRA dengan (uji t) Hipotesis dirumuskan sebagai berikut: (1)      Hipotesis 3.a pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi Income Smoothing . H03a:    Ukuran Perusahaan tidak berpengaruhterhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi income smoothing. Ha3a: Ukuran Perusahaanberpengaruhterhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi income smoothing. (2)      Hipotesis 3.b pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi Income Smoothing. H03b:     Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap       Nilai Perusahaan   yangdimoderasi Income Smoothing. Ha3b:      Profitabilitasberpengaruh terhadap      Nilai Perusahaan   yangdimoderasi Income Smoothing (3)      Hipotesis 3.c pengaruh Financial Leverageterhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi Income Smoothing. H03c:    Financial Leveragetidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi Income Smoothing. Ha3c:      Financial Leverage berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi Income Smoothing.       a)        Menentukan Tarif Nyata Tingkat signifikan sebesar 5%, Tarif nyata dari t tabel ditentukan dari derajat bebas (db) = n-k-1, Tarif nyata (a) berarti t tabel, Tarif nyata dari t tabel ditentukan dengan derajat bebas (db) = n-k-1. b)        H0 ditolak apabila t hitung > t tabel, Ha diterima apabila t hitung < t tabel. c)        Kesimpulan Menarik kesimpulan Hoditolak t hitung > t tabel atau H0diterima
apabila t hitung < t tabel.