Dalam artikel ini akan dijelaskantentang pengertian eksternalitas, bentuk/jenis , contoh-contoheksternalitas  dan dampak yangditimbulkannya serta bagaimana mengatasinya.

Artikel ini disusun berdasarkanstudy lietratur dari beberapa jurnal dan artikel tentang eksternalitas.Eksternalitas adalah dampak yang ditimbulkan dari ektifitas ekonomi. Eksternalitasnegatif menyebabkan kerugian pada pihak lain, sedangkan eksternal positifjustru menimbulkan keuntungan bagi pihak lainnya.

Untuk mengatasi dampakeksternalitas,  diperlukan peranpemerintah dalam bentuk regualsi dan penetapan pajak. Key word : eksternality, internalisasi,pigovian taxes Sebagaimana yang kita ketahui bahwa masalah dalam ekonomiadalah kelangkaan akan sumber daya, oleh sebab itu ilmu ekonomi  mempelajari bagaimana mengatasi kelangkaantersebut agar sumber daya dapat digunakan  secara efesien. Salahsatu alokasi sumber daya  agar dapatefesien penggunaannya adalah pasar. Efesiensi itu dapat terjadi bila semuapelaku bersifat rasional, kemudian adanya pasar persaingan sempurna dan semuapelaku memiliki informasi yang sempurna sertamemiliki barang privat. Kenyataannya, semua asumsi tersebut diatas sukar untukdi penuhi, sehingga akibatnya terjadi kegagalan  pasar. Inilah yang menyebabkan terjadinyaeksternalitas. Dapat disimpulkan bahwa harga pasar belum mencerminkan semuabiaya. Agar lebih mudah memahami kontek eksternalitas adalah ketikabarang yang diproduksi tentu akan menghasilkan limbah.

Beberapa teoritentang pengertian eksternalitas ini akan di bahas sebagi berikut:Eksternalitas itu adalah  aktifitas suatu satu kesatuan yang dapat mempengaruhikesejahteraan yang lain dan itu terjadi s diluar mekanisme pasar  dinamakan dan efesiensi ekonomi akandipengaruhi oleh eksternalitas ini (Rosen, 1988).Hyman (1999) menanmbahkan bahwaeksternalitas itu merupakan harga pasar yang tidak memasukkan adalah biaya ataumanfaat dari perusahaan yang bertransaksi di pasar. Atau dengan kata lain Hymanmenajelaskan bahwa harga pasar yang ada, tidak menggambarkan adanya Marginal Social Cost (MSC) dan Marginalsosial Benefit (MSB) Dimana suatu kegiatan ekonomi akan memberikankeuntungan atau kerugian yang cukup besar pada orang lain yang tidakberpengaruh dalam hal pengambilan keputusan dalam perusahaan. (Meade, cornerand Sadler, 1993)Sedangkan pendapat Fisher ( 1966), hampirsama dengan Rosen yaitu eksternalitas dapat terjadi bila aktifitas pelakuekonomi ( produksi maupun konsumsi) mempengaruhi kesejahteraan pelaku lain dankondisi nya berada diluar mekanisme pasar. Tetapi Fisher menjelaskan adanya private choices oleh produsen dankonsumen dalam private market yangpada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang secara ekonomi tidak efesienHal inilah mendasari pemikiran dari Hebling(2010) kenapa  pemerintah campur tangandalam bidang ekonomi karna akan berdampak tidak langsung pada kesempatan konsumsidan produksi orang lain. Dimana  hargaproduk tidak diperhitungkan dalam eksternalitas. Akibatnya, ada perbedaanantara  biaya dan pengembalian atau biayakepada masyarakat secara keseluruhan..

Dari beberapa teori diatas, dapat diambil kesimpulanbahwa eksternalitas terjadi apabila terdapat perbedaan antara marginal social dan private cost suatu barang. Pada kasus limbah perusahaan dankerusakan lingkungan dan lain sebagainya akan menimbulkan apa yang disebutdengan negatif eksternality karenatidak adanya unsur biaya tambahan dalam bentuk social cost yang masuk dalam komponen harga barang akhir. OlehSebab itu pemerintah perlu campur tangan dalam mengatasinya dalam bentukpenetapan pajak atau subsidi (Verhoef, 1999;Verhoef dan Nijkamp, 2000). Atau  dapat dikatakan bahwa eksternalitas merupakandampak yang ditimbulkanarsuatu tindakan pelaku ekonomi terhadap pelaku ekonomilainnya, dimana perusahaan akan memberikan pengaruh dengan membebankan biayaatau manfaat atas orang lain tempat berlangsungnya pasar. Eksternalitas munculbila perusahaan mengambil tindakan yang mempunyai efek bagi perusahaan, efekyang timbul tidak dibayar oleh individu atau perusahaan. Hal ini dikatakandemikian karena efek mekanisme pasar tidak dapat memasukkan semua biaya yaitubiaya sosial dan biaya sebenarnya dari barang tersebut dalam penentuan hrga. Dari pengertian diatas dapat memberikan kesimpulansederhana tentang ciri-ciri dari eksternalitas (Mukhlish, 2009)1.      Produsen dan konsumen bisa menghasilkan eksternalitas2.

      Adanya kondisi diluar mekanisme harga pasar3.      Dapat menimbulkan dampak positif dan negatif4.      Adanya hubungan timbal balik dalam aspek eksternalitas.5.

      Peristiwa yang terjadi tidak ada hubungan antara satupihak dengan pihak yang lain (interdepedencyIn action).6.      Peristiwa yang terjadi baik secara individu maupunkelembagaan. BentukEksternalitas Eksternalitas menurut Gruber,J (2013) terdiridari eksternalitas positif dan negatif. Ketika perusahaan mengeluarkan limbah,dan limbah tersebut merugikan orang lain maka ini disebut dengan eksternalitasnegatif.

Misalkan pabrik semen padang mengeluarkan limbah yang merusaklingkungan. Lingkungan yang dirusak seperti atap rumah penduduk, pencemaran airsungai.      Bilakita lihat pada perusahaan yang memberikan dampak negatif bagi sekitarnya,berarti mereka memperhitungkan harga produksi dengan tingkat produksi padatitik Q1P1, yaitu titik potong antara kurva D dan S dimana PMB = SMB. Apabiladalam produksi dampak negatif yang muncul, maka terdapat marginal externalcost, yaitu MEC>0 yang artinya bahwa SMC> PMC. Sehingga titikkeseimbangan bergeser ke perpotongan kurva SMB. Dan Produksi harus dikurangiagar tingkat efesiensi terjamin yaitu pada titik kuantitas dan harga Q2P2 Ak Sumber; Gruber, J.2013.

Gambar diatas menunjukkan kurva permintaan dan kurvapenawaran dalam suatu industry yang dalam proses produksinya menghasilkan biayaeksternalitas bagi orang lain. Mula-mula industry tersebut memproduksi outputsebesar Q1 dengan harga sebesar P1maka kurva penawarannya sepanjang kurva S (PMC).  Dengan adanya biaya eksternalitas yaitudiwajibkannya membayar pajak oleh pemerintah untuk setiap eksternalitas yangditimbulkan maka, industry tersebut mengurangi produksioutputnya menjadi Q2 dan menaikkan harga yang mula-mula sebesar P1 sekarangharga outputnya menjadi P2. Oleh karena itu kurva penawarannya  bergeser ke kiri atas (SMC) Menurut Helbing (2010) Eksternalitas positif adalah adanyaperbedaan antara private  dan social gaints.

Menurut helbing kegiatan R&D akan berdampak bagus pada perusahaan dalampeningkatan skala produksi. Mari kita lihat contoh berikut ini; kita misalkan adapengusaha madu memelihara lebah untuk menghasilkan madu, maka lebah akanmencari madu dan menguntungkan pengusaha bunga, padahal pengusaha madu tidakmemperhatikan eksternalitas positif yang ditimbulkan sehingga menyebabkankecendrungan menentukan tingkat produksi yang terlalu rendah dilihat dariefesiensi seluruh masyarakat. pada kuantitas dan harga QqPp, sedangkan bagimasyarakat tidak ada external cost yang terjadi, malah sebaliknya terdapatexternal benefit. Maka produksi seharusnya ditingkatkan pada posisi marginalsocial benefit = marginal social cost, dimana tingkat keseimbangan bergeser keperpotongan kurva MSB=MSC yaitu pada kuantitas dan harga QsPs. Sumber; Gruber, J.2013.

Mula-mula perusahaan memproduksi output sebesar Qa denganharga sebesar P1 maka kurva permintaannya ada disepanjang kurva MSB=MPB. Karenaadanya eksternal benefit maka perusahaan meningkatkan produksi outputnyamenjadi Q2 dan menaikkan harga menjadi P2 maka kurva permintaan pun berubahbergeser ke kanan atas disepanjang S Beberapahasil penelitian yang menunjukkan dampak eksternalitas : 1.      Charles B. Moss and Andrew Schmitz (2013), “Studi ini menguji biaya dan manfaat yang terkait denganusulan peningkatan alokasi air ke Adena Springs Ranch di sebelah timur Ocala,Florida. Secara umum, peningkatan alokasi air menghasilkan kenaikan keuntunganyang substansial ke peternakan, adanya peningkatan harga dari segmentasi pasardaging sapi (yaitu, premi pasar untuk rumput rumput, bebas daging sapi). Darilingkungan Perspektif, proyek ini menyiratkan signifikan penurunankesejahteraan konsumen lingkungan mengalir dari akuifer dalam. Namun, Efeknegatif ini, pada bagian kecil, diimbangi dengan peningkatan layanan lingkungandari peningkatan aliran air permukaan”.

2.      Selvia, (2016). “Eksternalitas yang ditimbulkan darikeberadaan PT. Phillips Seafood IndonesiaLampung Plant terhadap masyarakatKelurahan Campang Jaya berupa eksternalitas positif dengan skor rata-ratasebesar 3,58 lebih besar dari eksternalitas negatif dengan skor rata-ratasebesar 3,39 yang terdiri dari : Semakin banyaknya tenaga kerja yang terserapterkait keberadaan PT. Phillips Seafood Indonesia Lampung Plant, berkembangnyastruktur ekonomi yang mengakibatkan timbulnya berbagai aktivitas perekonomianlokal sehingga memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar untukmengembangkan usaha-usahanya,meningkatnya pendapatan masyarakat secara umumkarena semakin bertambahnya sumber-sumber pekerjaan baru bagi masyarakat diluar dari karyawan atau buruh pabrik.

Pembangunan fasilitas umum yang diberikan oleh perusahaan kepada masyarakatjuga sangat bermanfaat dalam menunjang aktifitas masyarakat disekitarnya.Sedangkan, eksternalitas negatif keberadaan PT. Phillips Seafood IndonesiaLampung Plant yaitu terjadinya pencemaran lingkungan, perusakan infrastrukturjalan serta kesehatan masyarakat menurun akibat lingkungan yang tercemar”. Jenis-jeniseksternalitas Menurut Pearee dan Nash,1991), Jenis-jeniseksternalities dalam interaksi ekonomi  jika dilihat dari para pelakunya adalahsebagai berikut :1.     Produsenke produsen Aktifitas yang dilakukan produsenpertama akan memberikan kerugian atau manfaat bagi produsen kedua.

Contohnyapengolahan ikan sardin menghasilkan limbah produk yang dimasukkan kedalamaliran sungai, sehingga produsen ikan yang menggunakan air dari aliran sungaitersebut dirugikan karena produksi akan menurun ( Ramadhan, 2013)2.     Produsen kekonsumenMisalnya bau kotoran sapi terhadap masyarakat sekitarnya.3.      Efek konsumen ke konsumen lainnyaMisalnya, Pesta yang diadakan sampai larut malam, sehingga suara musik akanmengganggu tetangga.Setelah kita ketahui tentang eksternalitas, maka solusi yang bisaditawarkan bisa dari swasta atau perusahaan dan intervensi pemerintah.

   Dari sisi pemerintah menjelaskan bahwa untukmengatasi eksternalitas diberikan pajak. Penetapan pajak ini dikemukakan olehA.C. Pigou yang ditulis dalam bukunya The Economics of Welfare ( 1920)menjelaskan bahwa penetapan pajak bagi perusahaan akan menyebabkan efesiensi.Namun teori ini di bantah oleh Coase yang menejelaskan bahwa untuk mengatasiinefesiensi dalam pasar tidak perlu intervensi pemerintah. Coase menejelaskanbahwa perlu adanya pemeberian hak milik kepada suatu barang, meskipun akanterjadi eksternalitas tetapi perusahaan bisa tawar menawar dengan perusahaanlainnya untuk mencari solusi ( Coase, 1991). Artinyapihak swasta atau perusahaan sebenarnya dapat melakukan tawar menawar tentangkerugian yang diterima pihak lain .Teori ini sangat diperlukan untuk dapatmemberikan solusi berupa kebijakan dari eksternalitasMengutip artikel  Coase (1991) ; “Coase’sanalysis of the theory and history of torts, combined with his assumptionsabout what the legal system ought to do in cases of conflict over resourceuse—maximize economic efficiency and thus societal wealth rather than punishspecific conduct—created a huge boost for the then-young field we now call lawand economics.

It also created a strong pro-market bias in cases where priortheorists—most notably Pigou—had crafted regulatory responses to perceivedexamples of market failure”. Coase menawarkan solusi ini dengan menggunakan 2 asumsiyaitu tidak adanya biaya transaksi dan asumsi kedua adalah kerusakan yangterjadi dapat diukur.Fokus teori adalah bahwa adanya aturan hukum dan hakmilik dimana hak para pelaku dalam perekonomian ditentukan oleh aturan ini.Misalkan jika perusahaan lain yang terkena dampakkerugian dari perusahaan lain bisa diselesaikan dengan tawar menawar tanpaharus mengeluarkan biaya dan tidak perlu intervensi pemerintah. Teoremacoasemenyatakan “bahwa jika pasar diperbolehkan untuk berfungsi secara bebas makaakan tercapai alokasi sumber daya yang efisien”.  Dalam teori ini juga menjelaskan bahwadiumpamakan perusahaan diberikan hak kepemilikkan, artinya perusahaan tersebutmempunyai hak untuk mencemari air sungai. Dari solusi yang ditawarkan coase,tidak mudah untuk diterapkan. Karena tidak semua perusahaan akan maubernegosiasi untuk mengatasi eksternalitas tanpa mengeluarkan biaya.

Penutup 1.     Setiap perusahaandalam melakukan aktifitasnya selalu menghasilkan dampak positif maupun negatifbagi pihak lain.2.     Dampak negatif berupakerugian yang harus diterima oleh pihak lain sebaliknya dampak positif adalahmemberikan manfaat bagi pihak lain.3.     Dengan adanyaeksternalitas negatif, mengakibatkan perusahaan harus membayar pajak yang padaakhirnya akan menurunkan produksi.

Sebaliknya eksternalitas positif akanmenaikkan produksi.4.      Untuk mengatasi eksternalitas, maka peranpemerintah diperlukan.5.     Pemerintah dapatmengatur perilaku atau melakukan internalisasi eksternalitas  ( Pajak ). 

x

Hi!
I'm Katy!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out