Di mulai muncul dengan membuat GrabTaxi dan disusul

Di zaman milenial
ini, sudah banyak berkembang teknologi-teknologi yang dibuat oleh anak bangsa.
Salah satunya adalah fitur transportasi online yang memungkinkan kita
mendatangkan kendaraan beroda dua maupun empat ke tempat dimana kita berada
sampai ke tujuan kita hanya dengan menggunakan smartphone. Maraknya
transportasi online saat ini sebenarnya sudah 
bermula dari munculnya suatu aplikasi transportasi online pertama di
Indonesia pada tahun 2010, yaitu GO-JEK1.  Walaupun sudah dibentuk pada tahun 2010, namun
transportasi online baru berjaya mulai tahun 2015 hingga sekarang.  Hal yang ditawarkan dari transportasi online
ini sangat banyak, tidak hanya untuk mengantarkan seseorang, tetapi transportasi
online menawarkan layanan jasa mengantarkan apapun yang kita perlukan dari satu
tempat ke tempat lain. Dalam perkembangannya, transportasi online mulai
bermunculan selain GO-JEK pada saat GO-JEK mulai dikenal tahun 2015. Pada tahun
2014, transportasi online asal Malaysia yaitu Grab mulai muncul dengan membuat
GrabTaxi dan disusul dengan meluncurnya GrabBike dan GrabCar dan mulai disusul
dengan adanya UBER. Karena pemesanannya yang murah dan terpercaya, membuat
transportasi online menjadi lebih unggul daripada transportasi konvensional.
Hal ini jelas membuat adanya rivalitas antara pekerja transportasi online
dengan pekerja transportasi konvensional.

 

Tujuan dibuatnya
essay ini adalah untuk membuat pembaca mengerti bahwa pemberian izin
transportasi online bukanlah hal yang dapat kita hindarkan dan mengidentifikasi
masalah yang disebabkan oleh transportasi konvensional hingga munculnya
transportasi online yang mendominasi lingkungan masyarakat saat ini.

 

1.     
Apa dampak perizinan pemerintah atas transportasi online?

2.     
Apa manfaat yang dirasakan masyarakat terhadap perizinan tersebut ?

3.     
Bagaimana cara mengatasi adanya mogok dan demonstrasi transportasi
konvensional atas adanya transportasi online?

 

Baru-baru ini, pada
bulan Oktober 2017, terjadi kasus di Bandung, Jawa Barat tentang adanya
penonaktifan transportasi online oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat, baik roda
dua maupun empat2. Hal
tersebut adalah contoh dampak dari adanya rivalitas antara transportasi online
dengan transportasi konvensional sampai adanya kesepakatan penonaktifan
transportasi online agar batalnya rencana mogok angkutan umum di wilayah
Bandung. Menurut saya, pemberian izin atas transportasi online itu sangat
diperlukan agar hal-hal semacam ini dapat dicegah karena sudah ada regulasi
yang mengatur tentang perizinan transportasi online sehingga demonstrasi atau
mogok-mogok transportasi konvensional tidak perlu terjadi. Jika transportasi
online tidak diberi  izin, maka mobilitas
masyarakat menjadi terbatas. Orang yang biasanya bepergian emnggunakan
transportasi online akan merasa malas menaiki transportasi konvensional dan
berakhir dengan berdiam diri dirumah. Pada zaman ini, mayoritas masyarakat di
Indonesia lebih banyak yang menggunakan transportasi online daripada
transportasi konvensional. Jika pemerintah tidak mengizinkan adanya transportasi
online, pemerintah sendiri tidak dapat memberikan solusi alternatif dikarenakan
banyaknya masalah atas transportasi konvensional seperti harganya yang jauh
dari kata murah dan bahaya yang ditanggung masyarakat lebih besar. Menurut
saya, pemberian izin ini ditujukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat.
Banyak manfaat yang dapat kita rasakan dengan adanya transportasi online,
dengan adanya pemberian izin atas transportasi ini, akan membuat kita merasa
lebih aman dan juga secara resmi tidak mengganggu transportasi konvensional.
Manfaat lainnya adalah adanya transportasi online mengurangi pengangguran di
Indonesia, Enny Sri Hartati mengatakan, hadirnya transportasi
berbasis aplikasi menciptakan kesempatan lapangan pekerjaan yang semakin luas3. Secara tidak langsung,
adanya transportasi online juga meningkatkan tingkat perekonomian Indonesia. Perizinan yang diberikan akan sangat bermanfaat karena
regulasi yang akan dibuat ialah pekerja transportasi online wajib membayar pajak
penghasilan4.
Itu adalah  pesan implisit yang diberikan
pemerintah untuk menahan adanya mogok atau demonsgtrasi dari pekerja
transportasi konvensional.

Kesimpulan yang bisa saya jelaskan disini adalah
kita tidak memiliki alasan untuk tidak setuju atas perizinan pemerintah tentang
adanya transportasi online karena tidak adanya alternative lain untuk
transportasi yang dapat diberikan pemerintah dan juga banyaknya manfaat untuk
masyarakat adanya regulasi untuk transportasi online. Sebagai generasi penerus
bangsa, kita tidak dapat berpikir ke belakang yaitu tidak menyetujui perizinan
transportasi online karena itu sama saja dengan menolak adanya perubahan dan
menolak majunya teknologi yang dapat dimanfaatkan. Berbicara tentang nasib
transportasi konvensional, solusi yang dapat ditawarkan adalah mereka dapat
diajak untuk bekerjasama dengan transportasi online seperti Blue Bird group
yang bergabung dengan GO-JEK5. Dengan begitu, kita dapat
mencegah adanya demontrasi dari transportasi konvensional dan dapat saling
bekerjasama.