KEMISKINAN anak-anak mengalami kekurangan gizi. Dan nyatanya sebanyak

KEMISKINAN DI INDONESIADitunjukan untuk tugas akhir mata kuliahan TPBKelas TPB 33Syadzwina Ragita Murentika170110170100UNIVERSITAS PADJAJARAN 2017 BAB IPENDAHULUAN Latar BelakangKemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder maupun kebutuhan tersier. Mereka yang terjebak dalam suatu kemiskinan tidak bisa keluar dari situasi tersebut bisa karena tidak mempunyai kekuatan dan kepercayaan bahwa mereka sebenarnya mampu untuk keluar dari keadaan tersebut. Kemiskinan juga bisa dalam sifat yang berada dalam diri manusia itu sendiri seperti kasih sayang, kejujuran, kebaikan, kesopanan dan kedisiplinan. Banyak masyarakat yang dari segi harta mereka berkecukupan tapi tidak dalam sifat yang mereka punya.Kondisi kemiskinan di Indonesia sendiri sudah sangat memprihatinkan. Di Indonesia sendiri sebanyak 28 juta masyarakat hidup dibawah garis kemiskinan. Dua dari tiga orang anak hidup dengan orang tua yang berpendapatan kurang dari Rp20.000/hari dan 45% anak-anak mengalami kekurangan gizi. Dan nyatanya sebanyak 40% ibu yang berasal dari keluarga miskin melahirkan tanpa bantuan ahli medis professional. Masyarakat miskin di Indonesia yang mempunyai toilet dengan sanitasi yang bagus hanya sebesar 36%. Lalu sebanyak 15% perempuan miskin yang tidak bisa bersekolah. Kemiskinan lebih banyak terjadi di daerah perdesaan dibanding di daerah perkotaan. Angka kemiskinan di daerah perdesaan yaitu sebesar 14,3% sedangkan angka kemiskinan di daerah perkotaan yaitu hanya sebesar 8,3%. Rumusan MasalahDari latar belakang diatas, untuk lebih memfokuskan pembahasan mengingat apa yang akan dijadikan topic pembahasan adalah tentang masalah kemiskinan yang dikaitkan dengan konten pancasila dan pendidikan kewarganegaraan, maka penulis merumuskan beberapa rumusan masalah antara lain:Apa itu kemiskinan?Apa saja faktor- faktor yang menyebabkan kemiskinan?Bagaimana cara mengurangi kemiskinan?Bagaimana kaitannya kemiskinan dengan konten Agama Islam? Tujuan PenulisanMengetahui definisi kemiskinanMengetahui faktor-faktor penyebab kemiskinanMengetahui solusi mengurangi kemiskinanMengetahui apa kaitanya kemiskinan dengan konten Agama IslamBAB IIPEMBAHASAN2.1 Definisi Kemiskinan Kemiskinan berasal dari kata “miskin” kemudian  mendapat awalan ke dan akhiran an menjadi kemiskinan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Baru (2012:581), miskin artinya adalah tidak berharta benda, serba kekurangan, papa, sangat melarat. Dalam bahasa Inggris, miskin sebagai poor atau dapat diartikan sebagai having a money few possession; he state of being extremely poor., yang diartikan tidak memiliki cukup uang untuk hal-hal dasar bahwa orang perlu untuk hidup dengan benar (Stevenson, 2010). Pernyataan diatas, mengandung dua bentuk kausal dalam menafsirkan kata miskin, yaitu: Miskin adalah keadaan serba kekurangan.Miskin dalam bentuk kualitas maupun kondisi.Pendapat lain dikemukakan oleh (Gonner,2007) bahwa kemiskinan dimaknai sebagai “kurangnya kesejahteraan” dan ” kesejahteraan sebagai kurangnya kemiskinan”. Artinya kemiskinan diawali dengan keadaan dimana seseorang kurang mendapatkan kesejahteraan dan kemiskinan bisa menimbulkan kesejahteraan yang rendah. Keduanya saling terkait dan memandang masalah  yang sama dari dua dimensi yang berbeda. Definisi yang luas dari kemiskinan  ini adalah ” kurangnya kesejahteraan”, dimana ada saling tukar dalam konsep ini (Case & Fair, 2010). Misalnya apabila masyarakat sangat kurang sejahtera, berarti masyarakat miskin. Disisi lain, apabila mereka berada dalam kondisi yang sangat sejahtera, maka hidupnya ditandai dengan kemakmuran, kebahagiaan dan kepuasan ( Albornoz, 2007).Sajogyo dalam Hadi Prayitno & Lincolin Arsyad (1986:7), menyatakan bahwa kemiskinan adalah suatu tingkat kehidupan yang berada di bawah standar kebutuhan hidup minimum yang ditetapkan berdasarkan atas kebutuhan pokok pangan yang membuat orang cukup bekerja dan hidup sehat, berdasar atas kebutuhan beras dan kebutuhan gizi.Sajogya selanjutnya menyatakan dalam Bagong Suyanto (2013:4) telah membuat suatu batasan atau klasifikasi kemiskinan sebagai berikut:Untuk daerah perkotaan, apabila mengkonsumsi beras kurang dari 420 kg/tahun tahunnya seseorang disebut miskin.Untuk daerah pedesaan, seseorang disebut miskin apabila mengkonsumsi beras 320 kilogram, miskin sekali apabila mengkonsumsi beras 240 kilogram, dan paling miskin apabila mengkonsumsi beras kurang dari 180 kilogram per tahunnya.2.2 Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan Di IndonesiaFaktor kemiskinan tidak hanya berasal dari tidak memiliki uang, tapi jauh lebih besar daripada alasan tersebut. Pada dasarnya kemiskinan adalah tidak adanya kemampuan untuk mempunyai hidup yang layak. Ada empat factor utama yang menyebabkan kemiskinan di Indonesia semakin merajalela yaitu:Kebodohan”bodoh” yang dimaksud disini bukan bermakna bodoh dalah hal pelajaran di sekolah yang tidak bisa dia mengerti atau ikuti. Tapi “bodoh” disini bermakna pada susahnya akses terhadap pendidikan yang mereka butuhkan untuk menunjang kehidupan mereka ke arah yang lebih baik. Misalnya, seperti para peternak yang mungkin tidak membutuhkan pelajaran seperti biologi, tetapi dari pelajaran biologi peternak bisa lebih banyak tahu terhadap spesies hewan yang mereka jadikan hewan ternak.PenyakitPerkembangan yang masih belum merata hingga kebagian Indonesia Timur menyebabkan tenaga medis masih kurang memadai di daerah tersebut. Hal tersebut menyebabkan masih banyaknya masyarakat yang percaya terhadap hal-hal mitos, seperti berobat ke dukun yang akhirnya bisa menyebabkan kematian. Mereka yang belum mengenal aktivitas menjaga kesehatan juga biasanya memiliki produktivitas yang rendah. Keterbatasan dari kondisi tubuh mereka membuat mereka tidak mampu untuk bekerja secara maksimal sehingga mereka tidak mempunyai pemasukan untuk menunjang kehidupan mereka.KeacuhanBanyaknya masyarakat yang memiliki permasalahan hidup dengan latar belakang finansial yang kadang membuat masyarakat miskin kurang memiliki pikiran optimis. Alhasil, banyak masyarakat yang menyerah tanpa melakukan usaha yang optimal. Terutama untuk usia produktif. Banyak dari mereka yang lebih memilih mencari pekerjaan ke kota dengan latar belakang pendidikan yang rendah. Dan akhirnya mereka berakhir dengan bekerja serabutan. Padahal mereka bisa saja mengembangkan potensi yang ada di desanya.Ketidakjujuran Secara keseluruhan faktor inilah yang menjadi penyebab utama mengapa Indonesia sulit untuk lepas dari kemiskinan. Sampai saat ini masih terus saja bermunculan nama pejabat pemerintah mulai dari tingkat daerah hingga tingkat pusat yang melakukan korupsi. Dana yang dikorupsi oleh pemerintah seharusnya bisa digunakan untuk membiayai ratusan pelajar agar bisa membuat negara ini lebih makmur.Ketergantungan Fakta di lapangan menyebutkan bahwa santunan belum tentu sepenuhnya menyelesaikan masalah kemiskinan. Ketika orang miskin “terbiasa” diberi donasi, akan sulit bagi mereka mandiri secara finansial. Mental mereka akan menjadi mental ‘menerima’, sedangkan solusi bagi kemiskinan adalah pekerjaan dan pendidikan. Contoh nyata yang ada di masyarakat adalah pengemis yang jika kita tanya sudah berapa lama menjadi penegemis banyak dari mereka yang menjawab sudah bertahun-tahun. Solusi Untuk Mengurangi Kemiskinan Di IndonesiaStrategi yang digunakan dalam mengurangi kemiskinan menurut (Subandi,2014) yaitu:Pembangunan PertanianSampai saat ini sector pertanian masih mendapatkan peran penting dalam pembangunan ekonomi. Itu dikarenakan Indonesia memiliki tanah yang subur dan iklim yang mendukung dalam sektor pertanian. Ada tiga aspek dari pertanian yang sudah memberikan kontribusi, terutama di pedesaan yaitu adanya revolusi teknologi pertanian, pembangunan saluran irigasi, dan pembangunan pertanian di luar Jawa dengan pola transmigrasi.Pembangunan Sumber Daya ManusiaDalam pembangunan sumber daya manusia pemerintah bisa memfokuskan dalam perbaikan akses terhadap konsumsi pelayanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan gizi. Dalam pendidikan(formal dan non-formal) pemerintah bisa memberikan pelatihan keterampilan kepada warga miskin yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas mereka. Di bidang kesehatan ada tiga faktor utama yang mendasari kebijakan ini, seperti (1) berkurangnya beban penderitaan secara langsung dan memuaskan kebutuhan konsumsi pokok juga merupakan tujuan kebijakan sosial yg sangat penting, (2) perbaikan kesehatan dan meningkatkan produktivitas golongan miskin, dan (3) penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak. Dalam bidang gizi, melalui perbaikan gizi seperti makan empat sehat lima sempurna, pelayanan air bersih, tempat pembuangan sampai, perumahan sehat untuk orang miskin.Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)LSM memiliki peran yang penting dalam perancangan dan penerapan program pengurangan kemiskinan. Dalam beberapa hal LSM biasanya lebih dapat menjangkau golongan miskin dengan baik dan efektif ketimbang program-program pemerintah  Keterkaitan Kemiskinan Dengan Agama IslamDalam islam kita diajarkan untuk saling membantu sesama yang dalam kesusahan. Dalam hal ini kemiskinan adalah suatu keadaan dimana sesorang tersebut mengalami kesusahan dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Dalam islam terdapat dua kata yang menggambarkan seperti itu yaitu, fakir dan miskin. Di dalam Al-quran sendiri kata fakir dijumpai sebanyak 12 kali dan kata miskin disebut sebanyak 25 kali.Pengertian tentang golongan fakir dan miskin dari pendapat para ahli berbeda, ada yang mengatakan bahwa dua golongan tersebut pada hakikatnya adalah sama. Demikian pendapat Abu Yusuf, pengikut Imam Abu Hanifah dan Ibnu Qasim pengikut Imam Malik. (Yusuf, 2002). Arti fakir menurut ulama Syafi’iyah dan Malikiyah adalah orang yang tidak punya harta dan usaha yang dapat memenuhi kebutuhannya. Seperti kebutuhannya, misalnya untuk makan keluarganaya dia membutuhkan sebanyak Rp50.000 tetapi dia hanya bisa memenuhi separuhnya atau bahkan tidak sama sekali. Sedangkan miskin adalah orang yang hanya dapat mencukupi separuh atau lebih dari separuh kebutuhannya, namun tidak bisa memenuhi seluruhnya (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 23: 313.).ZakatDalam islam kita bisa membantu sesama muslim yang kekurangan dengan melakukan zakat seperti yang dijelaskan dalam Al Qur-an At Taubah: 60 pada ayat berikut.???????? ???????????? ????????????? ??????????????? ??????????????? ????????? ???????????????? ??????????? ????? ?????????? ??????????????? ????? ??????? ??????? ??????? ?????????? ????????? ???? ??????? ????????? ??????? ???????”Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk 1 orang-orang fakir, 2 orang-orang miskin, 3 amil zakat, 4 para mu’allaf yang dibujuk hatinya, 5 untuk (memerdekakan) budak, 6 orang-orang yang terlilit utang, 7 untuk jalan Allah dan 8 untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At Taubah: 60). Seperti yang sudah dejelaskan di atas zakat hanya boleh di berikan kepada orang yang kekurangan. Orang yang berkecukupan tidak boleh menerima zakat. Berkecukupan yang dimaksud adalah kecukupan pada kebutuhan primer yaitu makan, minum, tempat tinggal.Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ??? ??????? ??????????? ????????? ????? ????? ??????? ???????”Tidak halal zakat bagi orang yang berkecukupan, tidak pula bagi orang yang kuat lagi fisiknya sempurna (artinya: mampu untuk bekerja)”Fakir dan Miskin berhak menerima zakat sebesar kebutuhan yang mencukupi kebutuhan mereka dan orang yang mereka tanggung dalam satu tahun dan tidak boleh lebih daripada itu. Alasan mengapa disini satu tahun menjadi patokan adalah karena zakat di berikan setiap satu tahun dan  Nabi Muhammad saw biasa menyimpan kebutuhan makanan keluarga beliau untuk setahun.BekerjaUntuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri ataupun keluarga manusia diwajibkan untuk bekerja tidak hanya berdiam diri dirumah hanya dengan tawakal tanpa melakukan usaha.Allah SWT berfirman :?????? ??????? ??????? ???????? ???? ????????? ??? ???????????? ???? ?????? ??? ?????????? ? ?????? ??????????? ????? ??????? ?????? ????????”…Barangsiapa bertakwa kepada Allâh niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allâh, niscaya Allâh akan mencukupkan (keperluan)nya…” (ath-Thalaq/65:2-3)SedekahOrang muslim lebih senang tangan diatas ketimbang tangan dibawah. Dalam hal sedekah orang muslim sejatinya suka memberi lebih dari apa yang diminta baik secara diam-diam maupun secara terang-terangan.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,????????? ????? ????????? ??????? ???????? ???? ??????? ? ???????? : ??? ???????? ????? ??? ?????? ?????? ?????? ??????? ??????? ????????. ????? : ??????? ??????? ??? ??????? ??????? ????????? ??? ???????Siapakah di antara kalian yang mencintai harta ahli warisnya lebih daripada mencintai hartanya sendiri? Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah! Tidak ada seorang pun di antara kami melainkan lebih mencintai hartanya sendiri.” lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya hartanya sendiri itu ialah apa yang telah dipergunakannya (disedekahkannya) dan harta ahli warisnya ialah apa yang ditinggalkannya. (Shahih: HR. al-Bukhâri)   DAFTAR PUSTAKAhttps://gandengtangan.org/blog/4-kemiskinan-solusinya/ http://muhtadiridwan.blogspot.co.id/2013/03/agama-dan-kemiskinan.html https://muslim.or.id/9561-panduan-zakat-14-golongan-penerima-zakat-dari-fakir-miskin.html https://almanhaj.or.id/3831-tawakkal-kepada-allah-subhanahu-wa-taala.html Al Qur-an At Taubah: 60Al Qur-an ath-Thalaq:65Subandi. 2014. Ekonomi pembangunan. Bandung: ALFABETA