Negara manusia yang masih rendah sehingga masih kesulitan

Negara
berkembang atau yang dikenal juga dengan sebutan “Negara Dunia Ketiga” merupakan
sebuah negara yang memiliki indeks kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya
tergolong sedang dan rendah atau dalam proses perkembangan. Ada begitu banyak indikator
yang dapat membedakan antara negara maju dan negara berkembang (developing countries). Indikator-indikator
ini terbagi menjadi dua kategori yaitu indikator yang bersifat kuantitatif, dan
ada indikator yang bersifat kualitatif. Indikator-indikator ini memegang
peranan penting dalam pengelompokan atau klasifikasi negara. Setelah adanya indikator-indikator
yang dapat digunakan untuk membedakan mana negara maju dan mana negara
berkembang, kita sekarang sudah dapat melihat garis batas atau perbedaan-perbedaan
yang tampak dari kedua kategori negara tersebut.

 

Ciri-ciri
negara maju misalnya memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi dan
bersifat distributif, lalu laju tingkat pertumbuhan penduduk yang rendah, ilmu
pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan sangat pesat, dan masih banyak
ciri-ciri yang bisa disebutkan untuk menggambarkan negara maju (developed countries). Sedangkan untuk
negara berkembang, ciri-ciri negara berkembang cenderung bertolak belakang
dengan ciri-ciri negara maju. Sehingga karakteristik dari negara-negara
berkembang juga dapat dikatakan sebagai masalah dari negara itu sendiri. Hal ini
menjadi sesuatu yang cukup ironis, mengingat bahwa cerminan dari karakteristik
negara-negara berkembang yaitu masalah yang dihadapi negara itu sendiri. Beberapa
contohnya yaitu negara-negara berkembang memiliki banyak sekali masalah-masalah
sosial atau masalah kependudukan. Kualitas sumber daya manusia yang masih
rendah sehingga masih kesulitan untuk menyaingi sumber daya manusia dari negara
maju, masih banyak juga masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dan jumlah
orang yang menganggur atau tidak memiliki pekerjaan terbilang cukup tinggi,
rendahnya pendapatan perkapita di tiap-tiap negara, pembangunan infrastruktur
yang belum memadai dan merata, dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan
yang dihadapi oleh negara-negara berkembang.

Agar dapat
bersaing dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, dan negara-negara lainnya
di benua Eropa, ada banyak hal yang harus dilakukan negara-negara berkembang
untuk berbenah diri. Salah satunya adalah dengan melakukan pembangunan. Pembangunan
ini dimaksudkan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan angka kemiskinan. Dan
tujuan utama dari pembangunan ini seringkali dilupakan dan tidak lagi dijadikan
sebagai tujuan yang paling utama dalam melakukan proses ini. Dalam melakukan
pembangunan, ada beberapa negara yang dapat dikatakan sukses dalam melakukan usaha
pembangunannya sehingga negara-negara ini dapat mengejar ketertinggalan dengan
negara-negara maju dan mampu menyaingi mereka. Yang dulunya masih dikatakan negara
berkembang, sekarang berubah statusnya menjadi negara maju seperti Singapura,
Korea dan Taiwan. Ketiga negara ini telah melakukan atau melaksanakan
pembangunan ekonomi yang dianggap mampu membawa dampak positif baik bagi negara
itu sendiri, maupun negara-negara lain yang mungkin berdekatan dengan negara
tersebut. Hal ini diharapkan dapat dijadikan motivasi bagi negara-negara yang
masih dalam proses perkembangan.