Pada Indonesia terselamatkan karena kecilnya proporsi ekspor PDB.

Pada tahun 2008
telah terjadi Krisis ekonomi global yang awalnya terjadi di Amerika Serikat. Menurut
sumber yang saya baca krisis ekonomi ini awalnya terjadi karena 6 penyebab
yaitu:

1.     
Hutang yang sangat besar

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

2.     
Program pengurangan pajak korporasi yang
berakibat berkurangnya pendapatan Negara

3.     
Biaya yang dikeluarkan untuk membiayai
perang Irak dan Afghanistan sangat besar

4.     
Lembaga pengawas keuangan CFTC (Commodity
Futures Trading Commision) tidak mengawasi ICE (Inter Continental Exchange)

5.     
Kerugian surat berharga property

6.     
Keputusan suku bunga yang murah dan mengakibatkan
timbulnya spekulasi yang berlebihan

(https://elsaryan.wordpress.com/2009/09/08/krisis-ekonomi-global-2008-serta-dampaknya-bagi-perekonomian-indonesia/)

Dari
peristiwa inilah krisis global terjadi karena sebenarnya perekonomian didunia
saling terhubung dan bisa jadi dampaknya justru lebih besar dinegara lain dari
negara asal dimana krisis ini terjadi. Krisis ekonomi ini
menyebar ke negara-negara lain di seluruh dunia, salah satunya Indonesia.
Dampak dari krisis global ini adalah tingkat pengangguran sangat meningkat
karena banyaknya perusahaan yang mengurangi jumlah tenaga kerjanya. Bahkan
jumlah pengangguran  mencapai angka
200.000 pada tahun 2008-2009. Karena tingginya angka pengangguran ini maka pendapatan
per kapita pun juga berkurang dan angka kemiskinan meningkat. Indonesia juga
kena imbasnya, karena ini adalah krisis global maka tenaga kerja kita juga
mengalami hal yang sama terutama bagi TKI yang berada di Malaysia. Hal ini
sangat mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Dampak lainnya yaitu, negara
kita harus menanggung hutang perbankan dan perusahaan swasta. Ini terjadi
karena kita tau sendiri bahwa Indonesia adalah negara yang masih sangat
bergantung pada investor asing, dan dengan terjadinya krisis ini para investor
sudah pasti akan menarik dananya kembali dari Indonesia, yang mengakibatkan
jatuhnya nilai mata uang negara kita. Tetapi Indonesia cukup beruntung karena
kecilnya proporsi ekspor terhadap PDB di negara kita. Kita bisa melihat negara
tetangga yang memiliki rasio ekspor yang besar mengalami pertumbuhan ekonomi
yang lebih negatif dibanding Indonesia, contohnya Singapura dan Malaysia. Bisa
dikatakan bahwa Indonesia terselamatkan karena kecilnya proporsi ekspor PDB.

Tidak
berhenti disini, krisis global terjadi lagi pada tahun 2011 atau lebih dikenal
dengan nama krisis Eropa. Krisis Eropa terjadi diawali dengan krisis hutang di
negara Yunani kemudian merembes ke negara lain yaitu Irlandia dan Portugal dan
kemudian menjalar ke Italia dan Spanyol. Krisis Eropa ini awalnya disebabkan
oleh defisit anggaran pemerintah yang semakin besar. Dampak krisis Eropa bagi
Indonesia yaitu adanya perubahan harga saham. Ketidakpastian perekonomian Eropa
ini memicu tekanan besar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS). Akibatnya
para investor asing pun panik dan berusaha untuk menghindari resiko atau dengan
kata lain, kepemilikan asing menjadi menurun. Kemudian nilai tukar juga
mengalami penurunan dikarenakan para investor menarik kembali portofolionya.
Dampak kedua krisis global ini terhadap perekonomian Indonesia dapat dikatakan
cukup terkendali. Untuk sektor keuangan mungkin terasa tetapi untuk sektor rill
belum memberikan dampak yang signifikan. Namun diharapkan perekonomian
Indonesia harus tetap siap dan berantisipasi dalam menghadapi ekonomi Global
kedepannya.